Suami Pilih Selamatkan Ibu dari Banjir, Sang Istri Malah...

THIS ADS by GOOGLE
Pilih istri yang kita cintai atau ibu yang telah melahirkan kita? Terkadang pilihan itu menjadi sulit. Seperti yang dialami oleh pria asal China ini. Gara-gara lebih mementingkan keselamatan ibunya, dia ditinggal pergi oleh sang istri.



Gao Fengtai, demikian nama pria itu. Dia hidup di Desa Daxian di pinggiran Kota Xingtai. Saat akan pergi bekerja pada hari Selasa yang lalu, dia menerima pesan singkat dari badan meterorologi lokal bahwa akan ada hujan badai besar melanda wilayah Daxian.

Takut terjadi banjir, Gao langsung pulang ke rumah untuk memeriksa keadaan ibunya yang tinggal sendirian di rumah terpisah.

Namun, hingga ditunggu sampai tiga jam, Gao tidak melihat tanda-tanda akan terjadi banjir di desanya. Karena lelah seharian menunggu, Gao kembali ke rumahnya dan tertidur.

Lewat tengah malam, istri Gao mendengar berita mengejutkan dari desa bahwa banjir telah datang.

Dia membangunkan Gao yang dengan cepat menuju ke rumah sang ibu yang berjarak dua menit dari rumahnya.

Begitu melihat keadaan ibunya aman-aman saja, Gao pulang ke rumahnya yang ternyata sudah dikunci dari dalam oleh sang istri, untuk mencegah air masuk ke dalam rumah.

Dari halaman yang sudah tergenang air, Gao berteriak kepada istrinya agar membawa anak-anak dan ayahnya yang lumpuh ke atap rumah untuk menyelamatkan diri. Setelah itu Gao kembali ke rumah ibunya untuk menjaganya.

Sendirian, istri Gao mengangkat kedua anak dan ayahnya ke atap rumah. Setelah beberapa lama, akhirnya banjir surut. Tapi setelah itu, istri Gao memutuskan pergi dengan membawa kedua anaknya, serta uang 2.000 yuan (hampir Rp 4 juta).

Rupanya istri Gao tak terima suaminya lebih mementingkan keselamatan ibunya daripada keluarganya, sehingga memutuskan untuk meninggalkan pria malang tersebut.

"Dia istri yang baik dan selalu menjaga dan merawat orangtua saya," kata Gao kepada wartawan. Ketika ditanya kenapa tidak menyelamatkan istri dan kedua anaknya dahulu baru pergi ke rumah ibunya, Gao berkata itu adalah pilihan yang sulit.

"Itu tidak mungkin. Saya bingung siapa yang harus saya selamatkan terlebih dahulu," katanya dengan perasaan menyesal.

"Saya tidak tahu apa yang ada di benak istri saya begitu saya langsung pergi ke rumah ibu saya. Meninggalkan ibu saya berarti saya durhaka. Tapi membiarkan istri saya juga perbuatan yang tidak bisa diterima. Saya tahu dia pasti sangat kecewa dengan saya," jelas Gao.

Untuk itu, Gao berencana akan pergi ke rumah mertuanya untuk minta maaf meski dia sadar hal itu kemungkinan kecil akan bisa mengembalikan istri dan anak-anak kepadanya.
THIS ADS by GOOGLE

0 Response to "Suami Pilih Selamatkan Ibu dari Banjir, Sang Istri Malah..."

Post a Comment