Naudzubillah! Lumpuh dan Meninggal Akibat Korupsi Dana Masjid

THIS ADS by GOOGLE
Ini mungkin kisah yang bisa memberikan kita pelajaran yang penting bagaimana mencari rezeki yang halal. Setelah mengalami kelumpuhan tubuh selama dua tahun lamanya, salah satu warga desa di Pandeglang, Banten akhirnya mengakui dosa-dosanya yang dilakoninya selama hidup. Dia selama ini ternyata mengorupsi uang masjid.



Sebut saja namanya Asep, laki-laki yang bertugas sebagai pengurus masjid itu akhirnya meninggal dunia sesaat setelah pengakuan dosanya.

Beberapa tahun silam, Asep hidup berkecukupan sebagai pengusaha kayu. Namanya terpandang di kampungnya. Dari hasil berbisnis kayu, ia menumpuk kekayaan dan bisa menunaikan ibadah haji hingga dua kali.

Tetapi, roda kehidupan berputar. Usaha Asep menemui kegagalan. Pemasukannya merosot sangat tajam, nyaris membuatnya bangkrut.

Di saat itulah hati Asep lemah. Dia terbujuk rayuan Setan. Selama beberapa waktu, Asep mulai culas. Dia menggunakan uang masjid yang bukan menjadi haknya. Aksinya sangat rapi sampai tidak seorang pun yang tahu perbuatan nistanya.

Tidak tanggung-tanggung, A menggunakan uang masjid tersebut untuk merenovasi rumahnya. Sampai-sampai uang itu dipakai memenuhi kebutuhan dia dan keluarganya.

Uang kas masjid tersebut memang cukup banyak. Hampir saban pekan selalu ada pemasukan. Jumlahnya bisa mencapai jutaan rupiah.

A ternyata tidak menyampaikan amanah para penderma dengan jujur. Dia malah mengorupsi uang tersebut demi kepentingannya sendiri. Meski tiap hari Jumat dia selalu membacakan laporan keuangan kepada para jamaah, tapi A cukup lihai menyembunyikan kecurangannya.

Selang beberapa waktu kemudian, A tiba-tiba mengalami penyakit yang cukup serius dan misterius. Walaupun tubuhnya masih tampak segar bugar dan berotot, namun A lumpuh dan tidak bisa bergerak sedikit pun. Praktis sejak saat itu ia habiskan hari-harinya hanya terbaring di rumah.

Padahal berbagai macam pengobatan sudah ia lakukan, namun kesembuhan tak kunjung datang juga. Ada yang aneh dari sakit A tersebut.

"Ia persis seperti anak kecil. Kencing, makan dan mandi pun dilakukan di tempat tidurnya," tutur salah satu tetangga A.

Tapi anehnya, selama Asep sakit, ia selalu punya keinginan untuk pergi ke Masjid. Dan ketika keinginan itu datang, tiba - tiba Asep seperti punya tenaga untuk berjalan. Padahal biasanya dia tidak bisa bisa melakukan itu di rumahnya. Jangankan berjalan, untuk bangun dan duduk di tempat tidurnya saja Asep tak bisa melakukannya.

Namun, ketika ia ingin ke Masjid, Asep seperti sembuh dari sakitnya. Ia pun tetap shalat di Masjid walaupun tubuhnya masih tampak lemah. "Kalau dia pingin ke Masjid, dia bisa jalan dan dia pun juga shalat dengan posisi duduk di masjid, padahal tubuhnya masih berotot dan segar," ujar Farid.

Begitulah Asep menjalani hari - harinya. Namun, ketika ia sudah pulang ke rumah, ia kembali lumpuh dan tidak bisa melakukan apa - apa. Kondisi seperti itu kemudian berlanjut selama kurang lebih dua tahun lamanya. Wajahnya selalu tampak sedih dan murung, seperti dia menyimpan sesuatu dalam dirinya yang ingin diungkapkan namun sangat berat.

Hingga pada suatu ketika, Asep memanggil seluruh keluarganya dan kemudian dia punya kekuatan untuk berkata - kata dan mengakui dosa - dosanya. Asep mengakui kalau selama ini ia selalu memakai uang masjid untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, bahkan untuk merenovasi rumahnya tersebut Asep memakai uang amal Masjid.

Pengakuan Asep benar - benar mengejutkan keluarganya. Karena, selama ini keluarganya tidak pernah menyangka kalau Asep berbuat demikian. Akhirnya Asep pun meminta kepada keluarganya agar dimintakan maaf kepada seluruh warga dan uang selama ini yang ia pakai juga bisa diganti.

Isak tangis keluarganya pun pecah mendengar pengakuan Asep tersebut, sehingga mereka merasa bahwa sakit yang selama ini di dera oleh Asep adalah azab dari Allah. Terlebih lagi betapa kagetnya para warga ketika mendengar pengakuan Asep, Warga pun benar - benar tidak menyangka kalau Asep sampai berbuat seperti itu.

"Ya, kami percaya sama dia karena dia sudah pernah pergi haji, dan pastinya dia sudah mengerti hukum Agama, namun kami tak menyangka ia berbuat demikian," tutur Farid

Jelang beberapa saat kemudian, setelah mengakui dosa - dosanya, akhirnya Asep meninggal dunia di tempat pembaringannya. "Innalillahi wa inna ilaihi raaji'un," Ucap warga yang mendengar berita meninggalnya Asep. Dengan berbondong - bondong, para warga pun mendatangi rumah duka untuk turut berbela sungkawa.

Dan akhirnya, pada hari itu juga, Asep dikebumikan di pemakaman terdekat yang ada di kampung tersebut. Sementara itu ketika warga mendengar tentang tingkah laku Asep yang mengorupsi uang masjid, warga merasa sakit hati, namun mereka akhirnya memaafkan Asep. dan sepeninggal Asep, keluarganya kemudian mengganti uang masjid yang selama ini telah di pakai oleh Asep.

"Ya, mungkin kisah ini akan menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa kita harus menyampaikan amanat dengan baik, lebih - lebih amanah umat yang dititipkan di masjid, saya berdoa semoga Asep juga diampuni dosa - dosanya," pungkas Farid.

THIS ADS by GOOGLE

0 Response to "Naudzubillah! Lumpuh dan Meninggal Akibat Korupsi Dana Masjid"

Post a Comment