Iblis Lebih Takut Kepada Orang yang Berilmu Dibanding Ahli Ibadah

THIS ADS by GOOGLE
Iblis adalah musuh terbesar manusia. Mereka telah dijamin oleh Allah masuk ke dalam neraka karena tidak mau taat pada Allah. Oleh karenanya, mereka mencari teman untuk diajak ke dalam neraka, yakni manusia.

Pada zaman dahulu terdapat salah seorang ahli ibadah dari Bani Israil yang senantiasa beribadah pada Allah di biaranya yang berada di atas gunung. Suatu saat, ia keluar dari biaranya dan keliling ke sekitar biara untuk merenungkan kekuasaan Allah. Di tengah berkelilingnya, ia bertemu dengan manusia yang menyebarkan bau tidak sedap dari dirinya. Sang ahli ibadah itu pun berpaling dan menuju tempat lain agar tidak mencium bau itu.

Saat itu kemudian setan menampakkan diri sebagai seorang laki-laki sholeh. Setan itu kemudian menasihati ahli ibadah bahwa amalan yang dilakukan sang ahli ibadah tidak akan diterima oleh Allah. Sang ahli ibadah pun bertanya alasannya. Setan itu menjawab karena ia enggan untuk mencium bau sosok manusia tadi. Lalu ia menyarankan sang ahli ibadah untuk mencari tikus gunung lalu menggantungnya tikus itu di lehermu sambil beribadah pada Allah selamanya agar amal ibadahnya di terima oleh Allah. Sang ahli ibadah yang bodoh ini kemudian melaksanakan nasihat si setan. Ia pun menggantungkan tikus saat beribadah dan membuat ibadahnya tidak diterima karena najis.

Sebuah hadits menjelaskan jika suatu masalah ilmiah atau majelis ilmu lebih baik dibanding beribadah enam puluh tahun.

Riwayat lain menjelaskan bahwa pada suatu hari Abdul Qadir sedang berjalan di tempat lapang, seketika muncul cahaya terang dari ufuk, lalu ia mendengar suara memanggil yang mengatakan bahwa cahaya itu adalah Tuhannya dan ia menghalalkan apa yang telah diharamkan. Tapi, Abdul Qadir justru mengusir cahaya itu lalu hilanglah cahaya itu. Kemudian muncul suara lagi bahwa Abdul Qadir telah selamat dari bisikan cahaya itu karena pengetahuan tentang Tuhan dan ilmu fikih. Sungguh iblis takut pada orang berilmu.

Diriwayatkan jika pada suatu hari Nabi Isa berdiam di atas gunung dan kemudian didatangi iblis. Iblis itu bertanya bukankah setiap manusia pada akhirnya akan mati. Jika Allah tidak menghendaki mati maka tidak akan mati orang itu. Tapi jika Allah menghendaki mati, maka orang itu tidak akan mati. Setan itu pun menyuruh Nabi Isa untuk melemparkan diri dari atas gunung. Kemudian, Nabi Isa membentak setan itu untuk pergi dari hadapannya karena setan takut pada orang berilmu. Sesungguhnya hanya Allah yang berhak menguji hamba-Nya, dan kita pun tidak berhak atas itu.

Diriwayatkan pula pada suatu hari Imam Syafi’ i sedang duduk di majelis pengajian. Tiba-tiba ada setan yang ikut duduk di antara murid-muridnya sebagai seorang laki-laki seperti mereka, lalu ia bertanya bagaimana pendapat Imam Syafi’i mengenai Tuhan yang menciptakannya sesuai kehendak-Nya dan menjadikannya sesuai kehendak-Nya. Kemudian Dia memasukkannya di surga jika berkehendak, dan memasukkannya di neraka jika berkehendak. Apakah Tuhan adil atau dzalim. Kemudian muncullah cahaya yang membuat Imam Syafi’i mengenal jika laki-laki sebenarnya adalah setan. Ia pun menjawab jika Allah menciptakannya sesuai kehendaknya, maka Allah telah dzlim. Tapi jika Allah mencipatakan sesuai kehendak-Nya, maka tidak ditanya lagi apa yang dikerjakan-Nya.
THIS ADS by GOOGLE

0 Response to " Iblis Lebih Takut Kepada Orang yang Berilmu Dibanding Ahli Ibadah"

Post a Comment