Golongan Keluarga yang Akan Kembali Berkumpul di Surga

THIS ADS by GOOGLE
Keluarga adalah tempat pertama dan utama dalam membangun generasi yang islami. Tidak dipungkiri lagi bahwa keluarga mempunyai peranan besar dalam hal tersebut. Hal ini dikarenakan, kehidupan seorang manusia berawal dari keluarganya. Beberapa tahun di awal kehidupan, keluarganya lah yang akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan dirinya kelak.

Golongan keluarga yang akan kembali berkumpul di surga dapat dijadikan sebagai motivasi untuk tetap menjaga keluarga kita agar bisa bersatu di surga kelak. Sudah pasti jika di dunia ini manusia selalu ingin bersama dengan keluarga. Meskipun susah atau pun senang, bersama keluarga akan memberikan kebahagiaan tersendiri bagi kita.

Sudah seharusnya jika sebuah keluarga menggunakan Al-Qur’an dan hadits sebagai landasannya. Hal ini akan membuat keluarga selalu berada dalam perlindungan Allah SWT. Selain itu, keluarga yang berlandaskan pada kedua pedoman Islam ini dapat mengantarkan anggota keluarga mereka menuju surga yang telah dijanjikan Allah SWT.

Ternyata, ada golongan keluarga yang dapat berkumpul di surga kelak sebagaimana mereka berkumpul di dunia. Lantas golongan keluarga yang seperti apa yang bisa berkumpul bersama tidak hanya saat di dunia tapi juga saat di akhirat?.

Bisakah keluarga kembali bersatu di surga seperti saat mereka bersama di dunia?

Allah telah berfirman bahwa orang-orang yang beriman dan anak cucu mereka mengikuti keimanannya, maka Allah akan mengumpulkan mereka di surga bersama anak cucunya.

Pada suatu hari, Rasulullah menasihati putri kesayangannya, yakni Fatimah. Rasulullah memerintahkan Fatimah untuk melakukan amal sebagai bekalnya di akhirat karena Rasul tidak dapat menolongnya sedikit pun di akhirat kelak.

Berdasarkan nasihat tersebut, kita tahu bahwa sebagai orangtua tidak menjamin bahwa generasinya kelak dapat memiliki keimanan sebagaimana yang mereka miliki, meskipun itu seorang nabi sekalipun. Orang tua tidak dapat menyelamatkan anaknya atau generasinya di akhirat kelak, kecuali mereka berusaha sendiri dalam keimanannya.

Kejadian nyata ini bisa kita jumpai dalam kisah Nabi Nuh as. Beliau berpisah dengan sang anak karena ia enggan untuk mengikutinya beriman pada Allah SWT. Suatu ketika Allah mendatangkan banjir yang begitu besar hingga menenggelamkan banyak orang. Namun, Nabi Nuh selamat dari banjir itu karena berada di kapal yang sudah dipersiapkannya. Sebagai orang tua, beliau tentunya tidak tega melihat anaknya yang hampir tenggelam. Kemudian beliau berdoa pada Allah bahwa anaknya adalah keluarganya. Sungguh Allah adalah Maha Adil.

Kisah ini menunjukkan bahwa sekalipun anak kandung seorang Nabi Nuh as, tapi jika ia tidak beriman pada Allah SWT, maka Dia mengatakan jika anak itu bukanlah anggota keluarganya lagi.

Sebagai orang tua tentunya memiliki tanggung jawab untuk mengarahkan dan mendidik anak-anaknya. Hal ini tidak hanya dilakukan oleh seorang ibu saja. Ayah juga harus bertanggung jawab atas keadaan anaknya, meskipun pada dasarnya wanita yang lebih berhak. Terlepas dari siapa yang mendidik, lebih baik jika memperhatikan bagaimana cara mendidiknya.

Di dalam Al-Qur’an dan hadits terdapat ketentuan-ketentuan dari Allah dalam segala aspek. Apabila sebuah keluarga sudah berpegang teguh pada kedua kitab ini, maka apa yang dilakukannya juga berdasarkan pedoman tersebut.

Ingatlah bahwa kehidupan yang hakiki adalah kehidupan di akhirat sehingga perbanyaklah amalan baik dan saling mengingatkan dalam kebaikan karena tidak ada yang bisa menyelamatkan kita, kecuali diri kita sendiri.
THIS ADS by GOOGLE

0 Response to " Golongan Keluarga yang Akan Kembali Berkumpul di Surga"

Post a Comment