Astagfirullah, Waspadai Dosa yang Tak Berhenti Berbuah

THIS ADS by GOOGLE
Kiamat adalah satu hal yang pasti yang Allah SWT saja yang tahu kapan terjadinya. Kehidupan dunia ini pada akhirnya akan selesai dan Allah telah menyediakan kehidupan yang hakiki, yakni kehidupan di akhirat. Terdapat dua tempat yang menjadi pelabuhan terakhir kehidupan kita, yaitu surga dan neraka. Kemana kita akan hidup abadi tergantung dengan bagaimana amal kita di dunia.

Waspadai dosa yang tak berhenti berbuah sehingga akan menumpukkan dosa kita semakin banyak. Setiap perbuatan buruk yang dilakukan pasti Allah akan membalasnya dengan adzab yang lebih pedih. Terlebih jika dosa yang kita lakukan membawa pengaruh buruk pada orang lain sehingga mereka juga mengikuti perbuatan dosa tersebut.

Ketika kita hidup, maka terdapat dua pilihan apakah kita ingin melakukan perbuatan dosa atau melakukan amalan baik. Keduanya ini memiliki konsekuensi masing-masing. Mungkin, melakukan perbuatan dosa terasa lebih mudah daripada melakukan amalan baik. Meskipun demikian, kita harus berusaha untuk menghindari perbuatan dosa dan melakukan banyak amalan baik.

Dalam dunia ini, segala perbuatan manusia pasti akan dihitung dan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak. Apabila manusia berbuat dosa maka ia akan menerima adzab dari Allah dan apabila ia berbuat baik maka ia akan menerima balasan yang baik pula. Sudah sebaiknya manusia melakukan kebaikan dan menghindari perbuatan dosa, terlebih dosa yang terus berbuah dosa lainnya. Seperti dengan mencemooh orang, melakukan amalan tanpa adanya dasar yang jelas dan menyebarkan tradisi yang tidak sesuai dengan agama.

Rasulullah bersabda bahwa siapa saja yang membuat tradisi baik maka ia akan mendapatkan pahala dan pahala orang lain yang melakukannya tanpa mengurangi pahalanya sendiri. Sedangkan, siapa saja yang menyebarkan tradisi buruk maka ia akan mendapatkan dosa dan dosa dari orang yang melakukannya tanpa mengurangi dosa orang tersebut. Oleh karena itu, hati-hati dosa yang tak pernah berhenti berbuah harus dihindari.

Orang yang telah melakukan dosa dan apabila dosa ini diketahui oleh orang lain maka dapat mempengaruhi orang tersebut. Hal ini dapat membuatnya berpikir jika orang itu dapat melakukan perbuatan dosa kenapa ia juga tidak melakukan perbuatan dosa ini. Hal inilah yang ditakutkan oleh mereka yang berbuat dosa tapi juga mempengaruhi orang lain untuk melakukan dosa juga.

Sebaliknya, jika kita melakukan amalan baik dan orang lain melihatnya maka juga bisa berpengaruh positif pada orang tersebut. Seperti halnya bersedekah. Memperlihatkan amalan sedekah bukan berarti ingin riya’ tapi ingin memberikan contoh bahwa bersedekah adalah salah satu amal yang bisa kita lakukan.

Apakah Anda tahu bahwa setiap pembunuhan yang terjadi akan ditanggung oleh salah satu putra Nabi Adam As karena dia telah menjadi orang pertama yang melakukan pembunuhan. Rasulullah pernah bersabda bahwa tidak ada satu jiwa yang terbunuh dengan dzalim kecuali anak pertama Nabi Adam yang menanggung dosa nyawanya. Karena dia adalah orang pertama yang membunuh manusia. Maka bisa disebut bahwa dialah yang mengawali perbuatan dosa ini sehingga ia harus bertanggung jawab atas tersebarnya dosa tersebut.

Oleh karena itu, janganlah kita mewariskan dosa sepeninggal kita pada generasi setelah kita maupun pada orang lain. Berusahalah agar saat kita meninggal juga membawa dosa-dosa kita dalam kubur. Bahkan Asy-Syathibi menyebutkan betapa baiknya orang yang meninggal dengan membawa dosa-dosa. Cara berhenti berbuat dosa bisa dilakukan mulai sekarang sebelum banyak orang yang berpengaruh terhadap perbuatan dosa kita.
THIS ADS by GOOGLE

0 Response to " Astagfirullah, Waspadai Dosa yang Tak Berhenti Berbuah"

Post a Comment